• Mobile Development

Apakah Flutter Layak untuk Dipelajari?

Oleh Pande Nengah Purnawan, Di publikasi pada 15 Maret 2022

Mungkin banyak dari anda saat ini yang berkeinginan untuk terjun kedunia pengembangan aplikasi mobile, baik android maupun ios. Hanya saja, dengan begitu banyaknya pilihan teknologi maupun bahasa pemrograman yang khusus untuk pengembangan apalikasi mobile, membuat anda sendiri kebingungan mana yang harus anda kuasai atau pelajari terlebih dahulu. Kali ini penulis sharing sedikit tentang teknologi – mungkin lebih baik disebut sotfware – yang disebut Flutter. Sebelum lanjut mari kita lihat seberapa terkenalnya si Flutter ini di Indonesia.

Google Trend Flutter

Dilihat dari google trend 2 tahun terakhir, perkembangan flutter di Indonesia ternyata mengalami kenaikan. Awalnya yang masih menjadi pilihan utama para developer mobile adalah React Native. Menjelang pertengahan tahun 2019 sampai saat ini, Flutter menjadi yang paling dicari. Dengan kondisi ini, pertanyaan akan muncul seperti, kenapa Flutter? siapa dia? apa kerennya? dan sebagainya. Jadi penulis akan membahasnya.

Apa Itu Flutter?

Singkatnya flutter adalah teknologi yang dikembangkan oleh Google untuk membangun aplikasi dengan tampilan UI yang apik, serta dapat dicompile secara native ke dalam aplikasi mobile, web, dan desktop hanya dari satu basis kode. Flutter menggunakan bahasa Dart, yang juga sebuah bahasa pemrograman yang dikembangkan oleh Google. Sudah banyak perusahaan besar yang menggunakan flutter, salah satunya – tentu saja google, Alibaba Group, Grab dan lain-lain. Lebih lengkapnya anda bisa lihat pada tautan ini.

Flutter itu Cross Platform

Flutter mendukung pengembangan aplikasi lintas platform, artinya dengan flutter anda bisa membuat aplikasi Android sekaligus IOS. Selain mobile, aplikasi web dan desktop juga bisa anda kembangkan. Tentunya hal ini akan menghemat waktu karena anda tidak perlu mempelajari bahasa native yang digunakan di masing-masing platform.

Flutter itu Fast Development

Flutter memiliki fitur bernama Hot Reload. Hot Reload bekerja dengan cara menginjeksi kode program yang mengalami perubahan ke dalam Dart Virtual Machine. Setelah virtual machine memperbarui tiap kelas dengan kode program versi terbaru, maka framework Flutter secara otomatis membangun kembali susunan komponen widget sehingga anda dapat dengan cepat melihat perubahan yang terjadi.

Flutter itu Beautiful UI

Dari awal memang flutter dirancang untuk mempermudah developer dalam membangun tampilan UI. Keseluruhan UI pada Flutter dibangun menggunakan widget. Sebagai contoh, jika anda menambahkan sebuah text field, text field tersebut adalah widget. Button dan Image juga merupakan widget. Bahkan untuk mengatur posisi komponen menjadi rata tengah, kita menggunakan center widget. Kita dapat melakukan kustomisasi pada tiap widget. Widget akan menggambarkan seperti apa tampilan yang akan dibuat berdasarkan konfigurasi dan state yang ada. Terdapat 2 set widget, Material Design (Android) dan Cupertino (iOS). Daftar lengkap widget dapat anda lihat melalui tautan ini.

Setidaknya 3 poin di atas sudah menarik perhatian anda betapa menariknya Flutter, jadi tidak heran para developer Indonesia banyak yang menggunakannya. Jadi pertanyaan tentang apakah flutter itu layak untuk dipelajari? Penulis menyimpulkan flutter untuk saat ini sangat layak dipelajari. Terakhir, jika anda tidak ingin report-report terjun kedunia pengembangan aplikasi mobile untuk mewujudkan ide yang anda punya, DapurKode juga siap membantu 😀

Penulis Artikel

Pande Nengah Purnawan

pandenengah.github.io